"Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1434 H/2013 M. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang selalu taat akan perintah Nya" _____________________Blog'e 17________________________________ Selengkapnya...
Teh Tawar
Senin, 14 Oktober 2013
Sabtu, 09 Februari 2013
Semoga Imlek membawa rejeki yang berlimpah dan kesehatan buat kita semua. Selengkapnya...
Minggu, 04 November 2012
Aku, Kamu dan Dia
nampang duyuuuuuuuu...
Survey KP3...
Sabtu, 27 Oktober 2012
Tujuh Belas Dahsyat
Di penghujung tahun 2012 ini, SMA Negeri 17 Bekasi yang terletak di jalan H Ilyas Cikunir Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan, kembali menunjukkan taringnya. Betapa tidak, tiga perlombaan bergengsi dapat disabet dalam waktu hampir bersamaan. keberhasilan yang gemilang tersebut menandai lahirnya generasi emas sebagai perintis dan pelopor setelah pisah dari SMA induk yakni SMA Negeri 3 Kota Bekasi. Berikut catatan prestasi itu; pertama, ekstrakurikuler KIR (karya Ilmiah Remaja) yang menelurkan juara lomba penulisan ilmiah dalam bidang bisnis. Dengan mengambil judul “Jengkol barbeqiu” ekstrakurikuler yang dibina oleh Ibu Meilina Hetti Sania, M.M. ini, dapat melibas beberapa peserta dari sekolah lain di tingkat kota Bekasi. Prestasi ini patut diacungi jempol sebab sekolah yang baru seumur jagung dan tergolong miskin dari segi apapun, dapat unggul dibandingkan dengan sekolah negeri lain ditingkat Kota Bekasi yang notabene telah dan lebih mapan, baik dari segi sarana dan prasarana. Berkat ketekunan, keuletan dan kerja keras inilah yang mengantar tim KIR SMA Negeri 17 Bekasi melaju ke kota Kembang, Bandung guna bersaing dengan sekolah-sekolah lain di tingkat provinsi. Prestasi kedua, ekstrakurikuler besutan Hj. Ida Farida, S.Si., ini tak kalah cekatan dan terampil. Ekstrakurikuler yang bergerak dalam penangangan kesehatan secara cepat dan tepat ini mampu menunjukkan performance terbaiknya. Tak tanggung-tanggung, tim PMR(Palang Merah Remaja) SMA Negeri 17 Bekasi tampil sebagai juara pertama, dan berhak membawa pulang piala Walikota Bekasi dalam lomba yang diadakan oleh Dinas pendidikan Kota Bekasi. Piala tersebut langsung diserahkan oleh Bapak Dr. Rahmat Effendi, M.Si., selaku Walikota Bekasi kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 17 Kota Bekasi. Penyerahan hadiah ini pula, secara semiotik sebagai lampu hijau PMR SMA 17 Bekasi untuk menjadi duta resmi mewakili kota Bekasi untuk mengikuti perlombaan PMR di Jakarta. Selanjutnya, tak mau kalah dengan ekatrakurikuler lain, Gerakan Pramuka ken Arok dan Ken Dedes pangkalan SMA Negeri 17 Bekasi, salah satu personilnya, masuk di tim Pramuka yang mewakili Kota Bekasi untuk kegiatan Jambore Nasional yang akan diadakan di Kota Jambi. Untuk andil dalam kegiatan ini, peserta harus mengikuti proses seleksi yang rumit dan pelik. Dan Pramuka SMA Negeri 17 Bekasi dapat menjawab tantangan tersebut dengan lolosnya Saudari Nita Meliyana yang membawa panji-panji kebesaran Ken Arok dan Ken Dedes dalam ajang nasional itu. Prestasi ekstrakurikuler berlambang tunas kelapa ini memang mulai mengepakkan sayapnya semenjak digawangi oleh ibu Syarifah S.Pd.I., sebagai pembina putri. Pemikiran dan pribadi beliau yang berkarakter inilah sebagai kunci sukses dan setidaknya telah terbukti dengan lancarnya kegiatan KP3 yang penuh peluh dan keringat. Dari ketiga prestasi inilah, mudah-mudahan dapat menjadikan pelecut bagi SMA Negeri 17 Bekasi untuk lebih baik dan maju, unggul dan bermutu. Dan mudah-mudahan untuk ke depan ekstrakurikuler yang telah berjaya tidak mandul dan jalan di tempat... Selengkapnya...
Rabu, 11 Januari 2012
SAMBUT-LEPAS
"Selamat datang Bapak Drs. H.Taryono, M.Pd., M.M. selaku pejabat baru Kepala SMA Negeri 17 Bekasi dan selamat bertugas di SMA Negeri 5 Bekasi Ibu Dra. Hj.R.Nenie Nuraeni, M.M. Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan sehingga dapat mengemban amanah dengan baik.
------------------------Blog'e 17 Bekasi--------------------------------
Selengkapnya...
Jumat, 13 Mei 2011
Mengukur kualitas pendidikan kita
Ujian Nasional (UN) merupakan salah satu cara untuk mengetahui tingkat keberhasilan pendidikan di Indonesia. Kegiatan penilaian pendidikan ini dilakukan serentak sesuai dengan tingkat satuan pendidikan, baik SMA/MA/SMK, SMP/MTS dan SD/MI. Hasil dari penilaian yang dilakukan selanjutnya digunakan sebagai pemetaan kualitas pendidikan untuk memberikan pelayanan dan penanganan yang lebih intensif sehingga tujuan pendidikan benar-benar tercapai. Tanggal 18—21 April 2011 merupakan penilaian pendidikan untuk jenjang SMA/MA/SMK se-Indonesia. Dan hasilnya akan diumumkan secara nasional pada 16 Mei 2011.
Menurut rilis dari kementerian pendidikan nasional, tingkat kelulusan SMA/MA tahun 2010—2011 mencapai 99,22 persen dari sebanyak 1.461.941. peserta UN SMA/MA se Indonesia yang lulus mencapai 1.450.498. yang tidak lulus 11.443 (0,78 persen). Ini berarti ada tingkat kenaikan sebesar 0,18 persen dari tahun 2009—2010 yang hanya mencapai 99,04 persen. Daerah dengan tingkat kelulusan tertinggi yakni Bali dan tingkat kelulusan terendah yaitu Nusa Tenggara Timur. Ada pula lima sekolah yang 100 persen siswanya tidak lulus.
Dari data di atas, secara umum dapat dikatakan bahwa hampir seratus persen peserta ujian nasional tahun 2010--2011 lulus atau berhasil. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebih seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Tidak perlu pula ada kepanikan dari orang tua siswa yang menggugat hasil ujian nasional yang tidak manusiawi atau melanggar HAM. Karena memang, berbagai pembenahan tengah dilakukan oleh kementerian pendidikan nasional untuk menemukan formula yang pas, terutama perimbangan antara orientasi proses dan orientasi hasil.
Sekadar berkaca pada patokan nilai kelulusan, pada tahun 2011 ini nilai minimal yang harus diperoleh siswa yaitu 5,5 sedangkan pada tahun sebelumnya nilai minimalnya hanya 5,25. akan tetapi nilai minimal pada tahun ini cara penghitungannya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni nilai kelulusan di peroleh dari 40 persen nilai proses(selama pembelajaran di sekolah) dan 60 persen nilai UN. Sedangkan pada tahun sebelumnya, ketentuan nilai lulus hanya berdasar dari hasil UN semata.
Lantas apakah keberhasilan UN tahun ini berkorelasi positif dengan kualitas pendidikan di Indonesia? Terlepas dari penilaian subyektif, kita harus mengapresiasi dengan apa yang telah kita capai. Karena pendidikan itu merupakan sebuah proses maka tidak serta merta semudah membalikkan telapak tangan. Setidaknya, hasil UN tahun ini adalah kolaborasi proses dan produk, sehingga memberikan rasa keadilan kepada semua. Dapat dipastikan tidak ada cerita lagi anak berprestasi yang tidak lulus sekolah, karena nilai proses ikut andil dalam menentukan kelulusan. Tidak ada lagi orang tua yang protes ke pengadilan, dengan alasan menteri pendidikan nasional telah merampas hak anak untuk melanjutkan belajar karena tidak lulus UN. Meski kita terseok-seok, pelan tapi pasti kita dapat mengejar tetangga serumpun kita, Malaysia yang menetapkan kriteria kelulusan dengan nilai minimal 7,00.
Namun yang wajib kita ketahui ialah berapa persen sekolah yang benar-benar jujur melaporkan nilai sekolah (NS) kepada dinas pendidikan yang notabene sebagai bekal tambahan untuk mencapai nilai minimal kelulusan. Seperti dikatakan oleh mendiknas, Muh. Nuh, bahwasanya dosa besar jika sekolah berbuat curang dan memanipulasi nilai. Kalau ada sekolah berbuat demikian dapat dikatakan pembodohan terhadap siswa. Kemudian dalam proses ujian berlangsung, sudahkah guru, siswa dan pengawas berlaku jujur sesuai dengan etika dan aturan ujian. Jangan jadikan ujian sebagai tempat latihan tutup mata, latihan melanggar norma serta latihan menjadi pahlawan kesiangan. Masih ada 87 kasus pengaduan yang diterima kemendiknas mengenai kecurangan pelaksanaan ujian mulai dari kunci jawaban yang bocor, hp masuk kelas dan ditengarai adanya joki.
Setidaknya, kalau kedua hal tersebut sudah dilaksanakan sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku, keberhasilan UN tahun dapat pula menggambarkan peningkatan kualitas pendidikan. Kita harus apresiasi dan bangga dengan hal ini. Akan tetapi kalau masih jauh panggang dari api, ialah preseden buruk bagi dunia pendidikan kita. Sebagai pendidik, sudah sadarkah kita?
Selengkapnya...
Rabu, 08 Desember 2010
Rapat Persiapan UAS SMA Negeri 17 BEKASI
"Jangan terkotak-kotak, lupakan masa lalu, mari kita selesaikan semua persoalan dengan baik, kita sambut tahun baru ini dengan kebersamaan dan kekompakan untuk kemajuan SMA Negeri 17 Bekasi".
Bogor--Hari Senin kemarin (6/12) bertempat di Villa lestari daerah Ciapus kota hujan Bogor keluarga besar SMA Negeri 17 Kota Bekasi mengadakan rapat persiapan UAS (Ujian Akhir Semester)semester gasal tahun pembelajaran 2010--2011. hadir dalam kegiatan tersebut, para pejabat teras di SMA Negeri 17 Bekasi termasuk di dalamnya kepala sekolah, para Wakasek beserta staf dan dewan guru. pertemuan yang berlangsung selama dua hari itu penuh dengan nuansa keakraban dan kekeluargaan sekaligus menunjukkan keberadaan dan eksistensi SMA negeri 17 Bekasi sebagai sekolah fillial yang masih menginduk di SMA Negeri 3 Bekasi.
Dalam sambutannya, kepala sekolah mengajak seluruh komponen yang ada di SMA Negeri 17 Bekasi untuk kompak dan saling bahu membahu agar dapat terwujud suasana sekolah yang kondusif sehingga benar-benar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyrakat khususnya kepada para siswa."Jangan terkotak-kotak, lupakan masa lalu, mari kita selesaikan semua persoalan dengan baik, kita sambut tahun baru ini dengan kebersamaan dan kekompakan untuk kemajuan SMA Negeri 17 Bekasi". Ungkap Ibu Hj. R. Neni Nuraini, M.M. selaku kepala SMA 17 Bekasi. Dalam setiap pertemuan rapat kedinasan yang dilakukan, ungkapan tersebut selalau beliau ucapkan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada guru dan karyawan agar menjaga tali silaturahmi keluarga besar SMA Negeri 17 Bekasi. hal ini pula sebagai penepis adanya anggapan kekurang harmonisan dan kesan negatif. "Ibarat piring dalam rak, sekali kita pakai pasti akan kotor. kemudian kita cuci piring itu bersama-sama, sudah barang tentu di antara piring itu akan terjadi benturan-benturan kecil" Imbuhnya.
Agenda kegiatan rapat pada hari pertama senin(6/12) diisi dengan pembahasan persiapan UAS dan sekaligus sedikit pembahasan yang bertaut dengan program kurikulum. dalam rapat yang hampir berlangsung selama tiga jam tersebut banyak masalah yang disorot terutama berhubungan dengan pelaksanaan semester yang akan dilaksanakan dan evaluasi kegiatan ujian tengah semester (UTS) yang dinilai masih banyak kekurangannya. Bahasan lain, berupa kedisplinan baik siswa maupun guru serta persiapan UNAS untuk siswa kelas XII, pembentukan panitia UAS yang terdiri dari Ketua, Skekretaris, Bendahara, Anggota dan Pembantu umum. Tata tertib pengawas dan peserta selama kegiatan juga sempat disinggung untuk keseragaman ketika pelaksanaan ujian berlangsung.
Sedangkan pada rapat hari kedua, Selasa(7/12) dimulai pukul 08.00. akan tetapi karena sesuatu hal molor menjadi pukul 09.00 WIB. rapat yang semula di setting hanya berlangsung satu jam saja, ternyata hampir berlangsung 2 jam. hal ini karena banyaknya permasalahan yang harus dibahas dan dicari jalan keluarnya bersama-sama. fokus rapat kali ini pada pembahasan permasalahan siswa, wali kelas dan BP. Masih sama dengan pertemuan sebelumnya(senin 6/12) seluruh pejabat dan dewan guru hadir termasuk seluruh wali kelas baik kelas X, XI maupun XII. "Rapat kali ini sudah baik karena memberikan kesempatan kepada wali kelas untuk klarifikasi permasalahan, namun sayangnya kesempatannya hanya dibatasi satu jam dan terkesan tergesa-gesa. sehingga tidak ada masukan dari guru atau pihak-pihak yang berkait di dalamnya. sehingga sangat disayangkan karena permasalahan siswa ialah pemrmasalahan bersama". Ucap salah seorang peserta.
Dalam surat tugas yang diberikan sekolah kepada peserta dalam hal ini dewan guru rapat kali ini hanya membahas persiapan UAS dalam hubungannya dengan kegiatan pembelajaran dan tidak ada agenda yang lain. sehingga dalam waktu dua hari acaranya tidak terlalu padat seperti Raker (RAPAT KERJA) yang membutuhkan perhatian, curahan tenaga dan energi. cakupan bahasan rapat yang simple dan santai memang mengindikasikan bukan Raker seperti sekolah-sekolah yang lain.
untuk menghilangkan kebosanan selama kegiatan berlangsung sekaligus refreshing dalam mengahadapi pelaksanaan ujian semester, panitia memberikan keleluasaan untuk menikmati fasilitas villa yang ada. kolam renang dan karaoke beserta organ tunggal yang siap menghibur kala penat. tak lupa, untuk menghormati datangnya tahun baru hijriah diadakan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz Budi. acara rapat persiapan UAS kali ini dapat berlangsung lancar dan aman, diakhiri doa serta komitmen bersama sebagai keluarga besar SMA Negeri 17 Bekasi.
Selengkapnya...